Tampilkan postingan dengan label Husband N Wife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Husband N Wife. Tampilkan semua postingan

Cinta Tulus


Menerima pendamping apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak merupakan kunci untuk mencapai kemesraan dan keharmonisan dalam hidup berumah-tangga.

Tak salah kita berdoa memohon pasangan yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman. Ini bukan berarti kita tidak memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi semakin besar harapan kita dalam pernikahan, semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagiaan dan kepuasan.

Apa bedanya harapan dan komitmen dan apa pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga?

Harapan perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan.

Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuat kita lebih mudah mensyukuri perkawinan. Orang yang melapangkan hati untuk menerima perbedaan, cenderung akan menemukan banyak kesamaan.

Untuk itu, ada tiga hal yang perlu kita pahami agar ia mempercayai ketulusan kita.

Pertama, berikanlah perhatian yang hangat kepadanya. Besarnya perhatian membuat dia merasa kita sayang dan kita mencintainya. Kedua, terimalah ia tanpa syarat. Penerimaan tanpa syarat menunjukkan bahwa kita mencintainya dengan tulus. Tidak mungkin kita menerima dia apa adanya jika kita tidak memiliki ketulusan cinta dan kebersihan niat. Ketiga, ungkapkanlah dengan kata-kata yang tepat. Berkaitan dengan ungkapan ini, ada sebuah tips yakni terminologi 'aku' dan 'kamu'. Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti 'aku'.

Jika hari ini kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan 'sayang' untuknya.

Mulailah dari yang paling mudah, 'kalimat/kata' yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, "Little things mean a lot." Agar cinta bersemi di dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.

Karakteristik Pernikahan yang Sehat



Seperti apakah pernikahan yang sehat itu? Berikut ini adalah beberapa penguraian ciri-ciri pernikahan yang sehat:

1. Di dalam pernikahan yang sehat, ada kemampuan untuk menyelesaikan pertengkaran. Meskipun kita bertengkar dan bahkan bertengkar hebat, pernikahan yang sehat bisa menyelesaikan masalah. Berbeda dengan pernikahan yang tidak sehat, tatkala bertengkar susah untuk berdamai kembali. Kalaupun berdamai, kecenderungannya adalah mendiamkan masalah dan bukan menyelesaikannya. Jadi, pernikahan yang sehat ditandai dengan kemampuan untuk menyelesaikan konflik.

2. Di dalam pernikahan yang sehat, kita tetap saling menerima. Di dalam pernikahan yang sehat juga ada kekecewaan, kemarahan, kesedihan, dan kekesalan, namun itu tidak berlangsung lama. Dalam pernikahan kami, adakalanya kami bertengkar dan tidak ingin berbicara, namun itu hanya bertahan sejenak - setengah atau satu jam. Biasanya, tak sampai satu jam kami sudah ingin berbicara kembali karena kami merasa kesepian dan tidak nyaman berdiam-diaman. Sebetulnya perasaan kesepian ini telah saya rasakan cukup lama, namun tidak pernah saya ungkapkan. Suatu hari saya memberanikan diri dan mengakuinya kepada isteri dengan berkata, "Saya merasa kesepian ketika tidak berbicara denganmu." Rupanya kata-kata yang sangat berat untuk saya ungkapkan itu menyentuhnya dan ia pun menjawab, "Saya tidak tahu kamu merasa seperti itu." Setelah itu, kami berdamai dan saling menerima kembali. Dalam pernikahan yang sehat, meskipun kita marah, sedih dan kecewa, kita akan tetap memiliki kerinduan untuk bersatu kembali. Apa pun perbuatannya yang tidak kita sukai, kita akan tetap tergugah untuk menerimanya kembali dan tidak ada keinginan untuk mencampakkan atau meninggalkannya.

3. Di dalam pernikahan yang sehat, terkadang memang tidak ada perasaan apa-apa. Maksudnya, kondisi pernikahan tidak selalu mesra dan tidak selalu penuh kasih. Kendati demikian, di dalam pernikahan yang sehat, selalu ada perasaan sayang terhadap pasangan kita - bahwa ia berharga dan kita tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya. Kita berdoa meminta Tuhan melindunginya, menjauhkannya dari segala mara bahaya. Kita tidak ingin kehilangan pasangan kita, sebab kita menyayanginya.

4. Di dalam pernikahan yang sehat, kita menghormati pandangan pasangan kita. Memang kita tidak selalu seia sekata dengan pasangan kita, namun dalam pernikahan yang sehat, ada lebih banyak titik temu dibanding konflik. Meski berbeda pandangan, kita tidak melecehkannya; kita tetap menghormatinya. Kita menyadari bahwa ia berbeda dengan kita, namun perbedaaan tidak berarti bahwa kita lebih tinggi atau lebih baik daripadanya. Atas dasar saling menghormati inilah akhirnya kita sanggup menyelesaikan perbedaan yang ada. Hasilnya, kita lebih banyak menemukan titik temu pada waktu mengambil keputusan.

5. Di dalam pernikahan yang sehat, kita sebagai orangtua bisa mendamaikan perselisihan anak-anak kita. Orangtua yang tidak bisa mendamaikan pertengkaran anak dan malah justru menambah kacau relasi anak-anak, hal itu menandakan bahwa pernikahannya tidak stabil. Anak-anak rindu melihat orangtuanya mesra, harmonis, dan saling menyayangi. Orangtua yang mengasihi pasangannya akan dihormati anak-anaknya; sebaliknya, orangtua yang tidak mengasihi pasangannya akan kehilangan respek dari anak-anaknya. Mungkin di depan kita, anak-anak tidak berkata apa-apa ketika melihat kita garang terhadap pasangan kita, tetapi ia tidak akan lagi menaruh hormat pada kita. Jadi, salah satu ciri pernikahan yang sehat adalah anak-anak menghormati orangtuanya karena melihat orangtua memperlakukan pasangannya dengan baik. Oleh karena rasa hormat inilah, anak-anak lebih mudah taat kepada orangtua. Relasi orangtua yang sehat memberi wadah bertumbuhnya relasi anak-anak yang sehat pula.

6. Dalam pernikahan yang sehat, kita mau memaafkan pasangan. Kemarahan kita mungkin bertahan selama satu jam atau bahkan mungkin sampai dua hari. Namun, setelah merenung dan mengintrospeksi diri, kita bersedia dan dapat memaafkan pasangan. Pernikahan yang tidak sehat ditandai dengan ungkapan seperti, "Saya tidak akan memaafkanmu!" Sebaliknya, di dalam pernikahan yang sehat, kasih akan mengalahkan kemarahan dan akhirnya membuahkan pengampunan.

7. Di dalam pernikahan yang sehat, ada persekutuan dengan Tuhan. Memang kita tidak selalu bisa bersekutu bersama di dalam Tuhan pada waktu kita sedang berselisih paham. Adakalanya kita memerlukan waktu untuk menyendiri. Namun, dalam pernikahan yang sehat, frekuensi persekutuan dengan Tuhan jauh lebih sering dilakukan daripada tidak. Kita dapat membicarakan kebaikan Tuhan dalam hidup kita dan mendoakan anak-anak serta kebutuhan lainnya. Ini adalah salah satu bentuk persekutuan di dalam Tuhan.

Pasti kita berharap keluarga kita mempunyai ciri-ciri seperti di atas, akan tetapi dalam kenyataannya, pernikahan tidak selalu sesehat yang kita idamkan. Sungguhpun demikian, kita harus selalu berjuang mewujudkan impian itu.


Sumber : Paul Gunadi – How to Enjoy Your Marriage

Hubungan 911, Resep Pernikahan Bahagia

Pujian dan pengakuan adalah makanan bagi jiwa. Dengan menerima pujian dan pengakuan, seseorang bisa berubah dari minder menjadi percaya diri. Dihargai adalah salah satu keinginan terdalam dari setiap mahluk hidup. Kita semua ingin sekali memberi dan menerima lebih banyak pengakuan, meskipun kita tidak menyadari betapa besarnya keinginan itu. Dan yang terpenting, pasangan Anda pun sangat mendambakan pujian dan pengakuan.

Setiap manusia terbiasa melihat hal-hal yang keliru dan langsung mengkonfrontasi hal tersebut dengan melontarkan berbagai kritik. Pastinya semua itu dinyatakan dengan maksud baik, namun sayangnya efeknya tidak sebaik yang diharapkan.

Alicia dan Derek adalah pasangan muda yang sedang mempertimbangkan sebuah perceraian, karena berbagai kebiasaan sepele dan tidak dapat ditoleransi, bukan karena perbedaan yang tidak dapat disatukan. Ketika berkonsultasi atas masalah mereka, Alicia dan Derek diminta untuk melakukan program "Hubungan 911". Program "Hubungan 911" ini adalah sebuah resep yang ternyata manjur untuk pasangan ini. Apa yang mereka lakukan?

Pertama mereka harus berlatih melakukan "Tiga A", Acknowledgment (Pengakuan), Appreciation (Penghargaan) dan Awe (Kekaguman).

Acknowledgment (Pengakuan), berarti memperhatikan kualitas atau sumbuangan yang luar biasa dalam diri seseorang.

Appreciation (Penghargaan), berarti menangkap sifat dan nilai sesuatu atau seseorang dengan mengungkapkan syukur. Sebagai contoh : "Saya benar-benar menghargai kamu mau meluangkan waktu untuk menemaniku berbelanja."

Dan yang terakhir adalah Awe (Kekaguman). Mengagumi berarti memiliki kekaguman atau rasa hormat yang mendalam, diilhami dari sesuatu yang luar biasa atau menakjubkan.

Derek dan Alicia diminta melakukan sebanyak mungkin hal-hal baik sebelum menyerah. Mereka membuat tulisan cinta untuk menyatakan kasih dengan tulus. Dan selain itu, mereka harus membuat kejutan untuk pasangannya, seperti menyelipkan catatan di bawah bantal, bahkan hadiah kecil yang diletakkan di tempat tertentu. Tujuan dari semuanya itu adalah mengembalikan jiwa kejutan dan bermain seperti anak-anak, bersama dengan pengakuan dan penghargaan.

Selain melakukan "Tiga A" tersebut, Derek dan Alicia juga membuat kesepakatan untuk tidak melakukan "Tiga C" yang sangat beracun dan mematikan. Tiga C itu adalah, Criticizing (Mengkritik), Complaining (Mengeluh) dan Condemning (Menyalahkan). Mereka belajar, alih-alih menunjukkan kesalahan pasangannya, mereka menggunakan "pendekatan plus". Artinya, daripada menyalahkan pasangan atas kesalahannya, mereka coba menawarkan solusi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Anda lihat bedanya? Pendekatan lama yang menyalahkan akan memicu rasa malu dan rasa terpisah, sementara "pendekatan plus" akan terasa segar, inovatif dan terbuka pada kemungkinan baru.

Kurang dari seminggu, Alicia dan Derek kagum dengan perubahan dalam kualitas komunikasi mereka. Mereka tidak pernah menyadari bahwa bagitu banyak pikiran dan pembicaraan mereka yang tidak membangun. Mereka terkejut karena menemukan kegembiraan seperti anak kecil saat menemukan hadiah-hadiah kecil atau catatan-catatan ungkapan kasih dari pasangannya yang tak pernah mereka duga.

Ini adalah fenomena menarik yang perlu Anda alami dalam pernikahan Anda. Bayangkan atmosfer dalam rumah Anda dipenuhi dengan keamanan, kegembiraan dan pengakuan, bahkan merupakan sebuah petualangan hidup yang sangat menarik dan tanpa akhir, bukan lagi pengulangan yang berat dan membosankan. Resep "Hubungan 911" ini sangat sederhana, cukup Anda lakukan "Tiga A" dan jangan lakukan "Tiga C", maka kehidupan Anda pasti akan berubah.

Sumber : Jawaban.com

Yang Dicari Pria Dari Istrinya

Dibelakang pria-pria berhasil, ada wanita-wanita yang mendukungnya. Mungkin Anda sering mendengar kalimat ini. Dalam Alkitab, Wanita digambarkan sebagai seorang penolong bagi suaminya. Apakah itu artinya wanita berada tersembunyi dibalik keberhasilan sang suami, atau lebih berperan sebagai pendukung sang suami saja?

Pada buku barunya, The Man Whisperer: Speaking Your Man's Language to Bring Out His Best, penulis buku Rick Johnson mengatakan bahwa sering kali wanita tidak menyadari seberapa besar pengaruh yang mereka miliki terhadap kehidupan suaminya.

"Saya pikir banyak wanita yang tidak menyadari hal ini," ungkap Johnson, "bahwa mereka memiliki pengaruh hanya dengan perkataannya, ataupun dengan pandangannya, bahwa dengan hal itu dapat menghancurkan atau membangun sang suami."



Setiap pria memiliki potensi yang luar biasa, jelas penulis. Dia menyemangati para wanita untuk belajar menggunakan perkataan dan juga tindakannya untuk memberi pengaruh positif terhadap suaminya sehingga mereka bisa menjadi seperti yang telah Tuhan rancangkan atas hidupnya.



"Saya pikir, setiap pria memiliki benih untuk menjadi pria yang luar biasa dalam hidupnya, tetapi benih itu perlu disirami dan dirawat," jelas Johnson. "Dan setelah saya renungkan peran untuk menyirami dan merawat itu adalah peran seorang istri. Dia memberi kuasa dan kemampuan kepada wanita untuk dapat merawat dan menyirami benih yang luar biasa itu."



Dalam banyak seminarnya, Johnson sering menerima pertanyaan dari para wanita bagaimana cara mereka untuk mengubah suami mereka. Mereka tidak dapat, kata Johnson dengan tegas, hanya Tuhan yang bisa mengubah suaminya. Namun mereka bisa memiliki pengaruh yang sangat besar atas kehidupan suaminya.



Bertentangan dengan apa yang dipercayai oleh banyak orang, dia mengatakan bahwa kebanyakan pria ingin menyenangkan istri mereka. Itu artinya, pria akan mencoba memenuhi pengharapan yang dinyatakan oleh istrinya. Jadi jika pengharapan yang Anda berikan rendah, maka sang suami merasa tidak perlu bersusah payah untuk memenuhinya.



"Banyak wanita mengeluh kepada saya, ‘Suami saya hanyalah pria biasa, dia tidak mungkin menjadi orang yang luar biasa.' Dan saya menjawab, dengan sikap seperti itu Anda benar, karena suami Anda akan memenuhi harapan apapun yang Anda berikan kepadanya."



Tetapi jika wanita mengenali bahwa Tuhan menempatkannya disamping suaminya untuk menyemangati sang suami untuk menggapai rencana Tuhan yang besar atas hidupnya, lalu wanita itu merawat benih yang ada didalam diri suaminya, Johnson mengatakan bahwa pria tersebut cepat atau lambat akan mencapai hal-hal yang luar biasa.



"Itu tidak berarti bahwa pria tersebut akan menaklukan dunia," jelas Johnson. "Tetapi itu artinya dia akan menjadi suami yang hebat, ayah yang hebat dan juga pria yang luar biasa."



Satu hal yang sering dilupakan oleh para istri adalah bagaimana menunjukkan rasa hormat kepada suaminya. Pada hal, mungkin hal inilah kebutuhan terbesar dari seorang pria. Mungkin bagi pria, rasa hormat itu menempati nomo satu dari daftarnya dari pada cinta.



Salah satu cara wanita untuk menunjukkan rasa hormat kepada suaminya adalah dengan menyatakan penghargaan atas apa yang telah mereka lakukan sekalipun hal itu mungkin hal yang terlihat kecil.



"Jika suami Anda melakukan sesuatu yang Anda sukai atau banggakan, nyatakanlah hal itu. Itu adalah sesuatu yang besar bagi seorang pria. Katakan padanya bahwa dia adalah seorang pria yang baik. Mungkin saja dia tidak pernah mendengar orang mengatakan kepadanya. Itu sesuatu yang diharapkan oleh banyak pria, bahwa diri mereka dikenal sebagai seorang pria yang baik."



Kunci untuk membuat yang terbaik dalam diri seorang pria dapat muncul adalah belajar berbicara dalam bahasa yang dimengerti oleh merekad an juga memberikan penghargaan atas apa yang mereka kerjakan. Pujian akan menguatkan mereka dan memberi insprasi serta membuat mereka lebih percaya diri. Pada intinya, Anda para istri, Anda memegang sebuah kunci untuk keberhasilan para suami Anda.

Sumber : CBN.com

Selingkuh, Cerai Atau Bertahan?

Sebuah pepatah mengatakan, waktu memberikan warna yang lebih indah pada berbagai peristiwa. Saya percaya bahwa hal ini tentu benar. Waktu juga dapat mengubah pemikiran kita sebagai orangtua. Tetapi inilah keanehannya. Jika waktu begitu pandai menghalau hal yang menakutkan dari pikiran kita, maka mengapa kita merasa begitu sulit melupakan kejadian-kejadian dimana seseorang yang kita cintai sangat melukai kita? Mungkin ingatan mengenai perselingkuhan atau cara kita diperlakukan ketika kita sangat membutuhkan dukungan. Anda tidak akan pernah meyadari kenangan baik apa yang Anda miliki sebelum Anda mencoba dengan segenap untuk melupakan kenangan buruk yang pernah terjadi.

Berkali-kali orang mengatakan kepada saya, "Saya benar-benar tidak dapat melupakannya - saya berharap bisa melakukannya." Mungkin kita tidak dapat menghapus kenangan-kenangan itu - tetapi dengan kemauan, jangan berusaha mempertahankannya. Bagaimanapun kita dapat memaafkan.

Ketika Anne menceritakan kepada Jack tentang hubungan gelapnya yang sudah berakhir, Anne tidak yakin apa yang ia harapkan akan dilakukan oleh Jack. Dan pikirannya dipenuhi oleh banyak kemungkinan, termasuk kepergian Jack. Namun tidak ada yang terjadi. Tidak ada komentar, tidak ada air mata, tidak ada kemarahan, hanya berdiam diri - selama hampir dua bulan. Akhirnya dia menulis surat kepada Jack:

Jack,seandainya aku dapat mengulang hal ini tahun lalu, aku akan melakukannya berapapun biayanya. Aku sungguh tidak mengerti apa yang membuatku melakukan apa yang kulakukan. Aku tahu kita telah melewati masa yang buruk, tetapi tidak ada satu pun yang membenarkan tindakanku kepadamu. Aku mencintaimu dan mencintai anak-anak kita, tetapi seandainya kita mempunyai kesempatan untuk tinggal bersama, aku perlu meminta sesuatu padamu yang tidak patut aku terima. Aku ingin kamu memaafkan aku. Aku tidak ingin kamu mengatakan lagi padaku betapa bersalahnya aku. Aku tahu itu sekarang. Aku hanya ingin kamu memaafkanku.

Jalan untuk berbaikan bagi mereka dimulai dengan surat itu dan dengan menangisnya Jack seharian seperti seorang anak kecil. Tetapi Jack memaafkannya. Pada hari itu mereka memutuskan untuk memulai sekali lagi, berusaha sekuat tenaga untuk melupakan masa lalu. Ini bukanlah hal yang mudah; kadang-kadang Jack bangun dengan masih diliputi perasaan yang lama, tetapi dengan kemauan keras dia berjanji untuk melupakan luka hatinya. Peristiwa itu terjadi tujuh tahun yang lalu dan sampai hari ini Jack tidak pernah menyinggung isterinya mengenai kejadian itu, juga tidak pernah mengungkitnya pada saat kalah berdebat mengenai hal lain. Mereka telah menemukan cinta lagi - meski telah mengalami semua itu.

Mengampuni bukanlah suatu keputusan untuk menjadi orang yang kalah. Seorang laki-laki yang tidak dapat memutuskan untuk memilih antara kekasih atau isterinya, pulang di akhir minggu, lalu pergi lagi pada hari Senin dan berkata seperti anak berumur lima tahun, "Aku menginginkan kalian berdua," tidak memerlukan pengampunan yang akan menyadarkan pikirannya. Kadang-kadang seorang isteri berkata, "Aku mencintaimu lebih dari yang kamu ketahui, tetapi aku tidak dapat terus bersamamu seperti ini. Sekarang waktunya bagi kamu untuk membuat keputusan."

Pengampunan bukanlah hal yang ajaib; kita mengharapkan terlalu banyak dari pengampunan. Kadang-kadang kita mengharapkan banyak hal di antara kita membaik seperti semula dengan segera, tetapi hal itu mungkin memerlukan waktu.

Saya ingat di akhir sebuah seminar sepasang suami isteri yang masih muda menunggu dengan sabar untuk berbicara dengan saya. Mereka menunggu sampai merasa yakin bahwa ruang seminar telah kosong dan kemudian si pria menceritakan kisahnya. Dia telah melakukan hubungan gelap setahun sebelumnya. Dia berkata, "Saya menceritakan kepada isteri saya apa yang telah saya perbuat, dan saya meminta maaf kepadanya. Saya melepaskan cincin pernikahan saya sambil berkata, ‘Jangan memasukkan cincin ini pada jariku lagi sampai engkau dapat mempercayaiku kembali.'" Kemudian pria itu tersenyum, mengangkat tangannya dan berkata, "Bulan lalu isteri saya memasang kembali cincin itu pada jari saya."

Pria itu merasa lega, tetapi saya memandang pada isterinya untuk melihat bagaimana dia bereaksi. Ia menundukkan kepalanya. Saya berkata kepada pria itu, "Maafkan saya jika saya salah, tetapi saya pikir sewaktu ia memasang kembali cincin itu pada jari Anda dia tidak berkata, ‘Aku mempercayaimu lagi.' Namun ia berkata, ‘Dengan segenap hati aku ingin mempercayaimu lagi.'" Isterinya mengangkat kepalanya dan berkata, "Itulah perasaan saya."

Pasangan itu memerlukan waktu untuk membangun kepercayaan kembali, tetapi mereka telah memulainya. Apa yang telah memburuk dan tumbuh seperti kanker yang tak terlihat perlu diatasi. Dan kita memerlukan pengampunan seperti itu bukan hanya dalam masalah-masalah besar, tetapi juga dalam kejadian-kejadian kecil dalam kehidupan sehari-hari yang mempengaruhi semua hubungan kita.

Pengampunan selalu terasa menyakitkan, tetapi tidak akan menyimpan dendam; pengampunan membuat hari esok bebas dari kenangan buruk yang terjadi di masa lalu. Pengampunan selalu sulit dilakukan, kadang-kadang terkesan bodoh dan, pada dasarnya, sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tidak ada harapan bagi kita tanpa pengampunan. Demikian pula dalam pernikahan Anda, tidak akan ada harapan tanpa pengampunan di dalamnya. Tidak akan ada permasalahan yang tak terselesaikan dalam pernikahan jika pengampunan selalu tersedia di dalamnya. Saat Anda merasa tak sanggup untuk mengampuni, berdoalah meminta pertolongan Tuhan agar Ia memampukan Anda untuk mengampuni. Karena setiap kita diciptakan Allah dengan satu kekuatan besar untuk mengampuni, sebesar apapun kesalahan yang telah terjadi.


Sumber : Rob Parsons – 60 Menit Pernikahan

10 Hal Yang Diinginkan Seorang Suami

Hal yang para suami inginkan dari istrinya terkadang adalah hal-hal sederhana. "Keinginan" disini adalah sesuatu yang Anda bisa berikan sebagai seorang istri, dan sesuatu yang wajar. Hal mendasar yang menjadi kebutuhan setiap orang adalah ingin dikasihi dan mencurahkan kasih; Ingin merasa di miliki dan memiliki. Semua itu bisa di wujudkan dalam hal-hal berikut:

1. Percaya pada kemampuannya

Hampir semua pria merasa penting untuk mereka bias melindungi dan mencukupi orang yang mereka cintai. Buat suami Anda tahu bahwa Anda percaya pada kemampuannya dan talenta yang dimilikinya untuk melindungi dan mencukupi Anda. Berilah dukungan sepenuh hati atas apa yang dikerjakannya.

2. Pengertian

Salah satu cara bagi Anda untuk menunjukkan kepada suami Anda bahwa Anda mau mengerti dirinya adalah dengan membuat komitmen untuk berdialog dengannya. Dialog rutin Anda hanya membutuhkan waktu 20 menit setiap hari. Bukankah suami Anda lebih berharga dari pada waktu 20 menit itu?

3. Pujian atas pencapaiannya

Siapapun suka menerima pujian, tidak terkecuali suami Anda. Sering-seringlah puji suami Anda atas pencapaian yang dia buat. Puji kebaikannya, puji karakternya, percayalah hal itu akan membuat kehidupan suami Anda jauh berbeda.

4. Penerimaan

Banyak suami menjadi terluka dan marah ketika istrinya berusaha mengubahnya. Sadarilah bahwa tidak ada siapapun yang bisa Anda ubah selain diri Anda sendiri. Terimalah dirinya apa adanya, hal itu akan sangat berarti bagi suami Anda.

5. Kurangi perbincangan

Saat suami Anda sedang lelah, sibuk karena pekerjaannya tetapi Anda ingin membicarakan sesuatu padanya, buat hal itu singkat. Jika dia ingin mengetahu detail tentang hal itu, dia pasti akan meminta Anda menjelaskannya pada Anda.

6. Kasih sayang

Gandeng tangan suami Anda di muka umum, buatlah sebuah surat cinta untuknya, pijat bahunya, berikan sebuah ciuman kejutan untuknya. Pria suka romantisme juga.

7. Rasa hormat

Tunjukkan rasa hormat Anda pada suami Anda dengan tidak membuat komentar negatif tentang pemikirannya atau pendapatnya. Hargailah rencana yang dia buat, dan bicarakan dengan baik masukan Anda tentang rencana tersebut. Jangan tunjukkan bahasa tubuh yang meremehkannya saat Anda mendengarkan dia bicara. Dia ingin Anda menghormatinya.

8. Waktu luang

Hampir semua orang menginginkan memiliki waktu untuk sendiri selama beberapa saat, dan mengisi kembali energi, berpikir ulang atas banyak hal dan juga untuk berhubungan dengan Tuhan secara pribadi. Ketika suami Anda baru pulang dari kerja, ijinkan dia untuk memiliki waktu luang tersebut. Jangan penuhi jadwalnya untuk melakukan berbagai hal di rumah.

9. Kepercayaan

Kepercayaan adalah kunci keberhasilan pernikahan. Jika Anda memiliki keraguan terhadap suami Anda dan menemukan bahwa Anda sulit mempercayainya, temuilah seorang konselor pernikahan dan bukannya mencari seorang detektif untuk memata-matainya.

10. Menjadi seorang teman

Saya harap Anda bisa mengatakan bahwa suami Anda bukan hanya pasangan hidup Anda, tetapi juga teman Anda. Menjadi seorang teman atau sahabat adalah sesuatu yang penting untuk menjalani tahun-tahun yang harus Anda habiskan bersama.

Sumber : About.com/VM

5 Bumbu Pernikahan Bahagia

Setiap orang pasti mengharapkan bahwa pernikahannya adalah hal yang terbaik yang pernah terjadi dalam hidupnya. Namun pada kenyataannya, pernikahan bukanlah sebuah perjalanan parawisata kehidupan. Banyak liku-liku kehidupan yang terkadang terasa pahit yang harus dihadapi, dan hal itu banyak kali menjadi sebuah awal hancurnya pernikahan. Bagaimana cara menghadapi hal-hal yang tidak pernah diharapkan itu? Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba.

Pencerita Yang Telalu Baik

Ketika suami Anda membuat Anda kesal, dan tidak juga mau mendengarkan masukan Anda, kemudian dengan cepatnya Anda mengangkat telephone sahabat Anda dan menceritakan semuanya.



Apa masalahnya?

Curhat memang tidak ada salahnya, namun dengan menceritakan berbagai hal negatif tentang pernikahan Anda, maka akan ada banyak energi negatif di sekeliling pernikahan Anda. Apakah Anda benar-benar ingin orang di luar Anda bahwa pernikahan Anda adalah sebuah bencana? Dengan memfokuskan pandangan Anda pada apa yang Anda tidak sukai, hal itu akan membuat Anda melupakan alasan Anda dulu ketika Anda menerima dia untuk hidup bersama. Selain itu dengan menceritakan masalah Anda pada orang lain, Anda melewatkan sebuah kesempatan untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan Anda.



Solusinya?

Pastikan Anda menghormati privasi untuk tidak menceritakan dengan detail permasalahan pernikahan Anda berdua keluar. Pastikan Anda hanya menceritakan hal-hal baik dari pernikahan Anda yang bisa memberkati orang lain. Pergunakan pertemuan-pertemuan umum seperti pertemuan keluarga, arisan atau sebuah acara gereja untuk memuji pasangan Anda.



Perasaan rendah diri

Pasangan Anda memberikan tatapan mata tajam yang menuduh ketika Anda berdandan terlalu lama untuk pergi ke sebuah pesta. Lalu Anda mendesah dan berkata, "Ya..aku yang salah... terserah kamu saja lah.." Anda selalu berusaha menghindari konfrontasi dengan pasangan Anda, pada hal Anda merasa bersalah bahkan merasa tertekan namun tidak pernah mengungkapkannya pada pasangan Anda.


Apa masalahnya?

Sama buruknya dengan menceritakan kekesalan Anda pada orang lain, memendam rasa marah dan tertekan karena konflik yang selalu hindari akan memiliki dampak yang sama merusaknya. Anda tidak menyelamatkan pernikahan Anda ataupun menyelesaikan sesuatu dengan mencoba berperan sebagai seorang martir.



Solusinya?

Caranya sangat mudah - katakan apa yang Anda rasakan. Seringkali seseorang tidak mau mengatakan pada pasangannya apa yang ia rasakan karena merasa hal tersebut tidak akan merubah apapun. Cobalah pendekatan yang lain, ketika Anda menceritakan pada pasangan Anda tentang perasaan Anda, dan dia bersedia melakukan suatu perubahan, berikan pujian dan hadiah baginya. Hal-hal kecil seperti pujian akan mengubah kehidupan Anda berdua.



Masih banyak hal lain yang bisa Anda ubah dengan memperhatikan hal-hal sederhana yang sering menjadi sumber masalah dalam pernikahan. Namun ada lima hal utama yang perlu Anda perhatikan yang akan membuat pernikahan Anda bahagia.



Mengutamakan pasangan: Jika Anda menempatkan kebahagiaan pasangan Anda diatas kepentingan Anda sendiri, maka pernikahan Anda bisa dipastikan akan menjadi pernikahan yang bahagia.

Sahabat: Waktu khusus berdua memang sangat penting, namun selain itu Anda berdua juga harus saling memahami bahwa Anda berdua sama-sama memerlukan kehidupan social, persahabatan dan dukungan dari rekan-rekan Anda.

Komitmen: Berikan prioritas bagi pernikahan Anda dan memiliki komitmen untuk memperjuangkannya.

Humor: Selipkan humor dalam interaksi Anda dengan pasangan Anda, dan pastikan Anda mengetahui selera humor pasangan Anda. Jika tidak, niat Anda becanda malah bisa menjadi sebuah masalah baru.

Ritual: Mengatakan dengan rutin "aku cinta kamu," atau seperti mengunjungi restoran favorit Anda berdua di hari ulang tahun pernikahan kalian, hal itu akan membuat pernikahan Anda lebih kuat.



Sumber : MSNBC/VM

Bahasa Pria Yang Perlu Dimengerti Wanita

Banyak wanita atau istri berpikir bahwa suaminya hanya ingin suatu hubungan seks saja, dan tidak pernah menyelami alasan yang mereka simpan di benaknya. Seorang pria bisa saja tidak pernah memperoleh apa yang sungguh-sungguh mereka butuhkan dari sebuah hubungan intim karena pasangannya tidak pernah mengetahui akan maksud hati mereka.

Percayakah Anda, pria adalah seseorang yang terikat dalam persahabatan yang erat dengan pasangannya. Namun cara mengungkapkan rasa cintanya jelas berbeda dengan wanita. Untuk itu, bagi para istri mari coba selami sisi pandang seorang pria.

Pria menginginkan lebih dari sekedar seks. Anda salah besar jika berasumsi pria hanya menginkan seks. Para pria menginginkan lebih dari sekedar mengurangi dorongan hormon testoteron mereka. Tanpa mereka sadari, pada otak mereka juga terprogram unruk mencari sebuah pengalaman lengkap, menyatukan dua jiwa secara mendalam, dan keharmonisan total antara seseorang dengan pasangannya.

Pria tidak selalu tahu apa yang mereka inginkan atau bagaimana mendapatkannya. Mereka perlu dan ingin menemukan "sumber" keinginan mereka yang terdalam. Dan untuk suatu pengembaraan semacam ini perlu waktu dan kesabaran, untuk itu sebagai pasangannya perlu suatu sikap saling pengertian. Jangan menghakiminya, tetapi jadilah pendengar yang baik baginya dan berikan sebuah lingkungan yang bersahabat dan ramah. Jangan ijinkan penolakan muncul sehingga bisa menimbulkan sebuah tembok pembatas diantara Anda dan pasangan.

Pria tidak dapat membedakan kebutuhan emosional dan kebutuhan seks. Setiap anak laki-laki yang bertumbuh menjadi pria dewasa, seperti halnya anak perempuan, memiliki kebutuhan yang tidak terpenuhi semenjak anak-anak. Kebutuhan seks seringkali bercampur dengan kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi seperti ini. Para pria membutuhkan pertolongan untuk memisahkan kebutuhan emosional yang belum terpenuhi dengan kebutuhan-kebutuhan seks yang harus segera "ditangani."

Pria sulit membuka hati dan menelanjangi jiwa mereka. Kecenderungan pria untuk tertutup itu adalah sebuah konsekwensi dari perlakuan yang mereka terima sejak anak-anak. Ada seorang pria yang dididik untuk membuang perasaannya dan menyembunyikannya. Dia masih bisa mendengar dengan jelas suara ayahnya yang berkata, "Kamu ini cengeng seperti perempuan. Mirip ibumu, menangis saja kerjanya! Bisa tidak kamu bertingkah laku seperti pria?"

Anda sekarang mengerti mengapa mereka sulit mengungkapkan apa yang mereka rasakan? Untuk itulah dia membutuhkan Anda untuk menjadi pendengar yang baik dan melembutkan hatinya yang selama bertahun-tahun harus menyimpan semua yang dirasakannya seorang diri.

Pria membutuhkan penerimaan yang utuh. Dari luar pria terlihat tangguh, sebab mereka tahu cara menghentikan dan membuang rasa sakit hati sebelum rasa sakit masuk dalam hati mereka. Tetapi begitu rasa sakit itu memasuki hatinya, pria itu akan menjadi lebih rapuh dari wanita dan lebih menderita. Untuk itu, seorang pria butuh sebuah penerimaan yang tulus dimana mereka bisa terbuka tanpa harus dihakimi, dicela dan dikutuki. Kasihilah pasangan Anda dan alirkan sebuah pengampunan yang berasal dari hati Tuhan untuk bisa menerima dia apa adanya.

Pria ingin seksualitas mereka di hormati. Seorang pria ingin sebuah pengertian dari wanita akan seksualitas diri mereka. Hal apakah yang perlu dipahami oleh pasangan mereka:

* "Aku ini pria normal." Kadang kala para istri memandang pasangannya sebagai mahluk paling gila seks di bumi ini. Perkataan seperti ini seringkali di tujukan pada mereka, "Jika kamu normal, maka kamu tidak akan terlalu banyak menuntut seks." Tidak ada sebuah pernikahan yang akan dapat bertahan atau bahagia kecuali ada penyelesaian masalah ini. Dalam hal ini perlu saling memahami kebutuhan satu sama lain, dan perlu mendalami akan siklus kebutuhan pasangannya.
* Banyak pria memohon pasangannya untuk lebih mengerti dan menerima akan dorongan biologis mereka. Pria akan lebih bisa mengendalikan diri jika dirinya bisa dimengerti dari pada dicemooh atau ditolak oleh pasangannya.
* "Bila aku secara tidak sengaja memperhatikan wanita lain, bukan berarti aku lebih menginginkan dia dari pada kamu." Curi-curi pandang (CCP) dalam sebuah pernikahan bisa jadi sumber sebuah pertengkaran dalam rumah tangga. Namun ketahuilah, ketika seorang pria melihat wanita lain, bukan berarti bahwa cintanya pada Anda telah berakhir. Itu tandanya dia adalah pria hidup dan normal. Hal ini sering menjadi sumber pertengkaran masalahnya terletak pada rasa takut kehilangan dan bukan pada masalah kesetiaan. Untuk itu, perkuatlah pernikahan Anda dan percayailah dia untuk bisa mengendalikan matanya baik ketika Anda ada disisinya ataupun tidak.
* Hampir semua pria berfantasi bahwa pasanganya begitu mencintainya sampai wanita tersebut tidak bisa lepas dari dirinya. Pria kadang ingin istrinya berinisiatif dalam hubungan seks sebagai wujud bahwa dirinya diinginkan. Namun hanya sedikit istri yang dapat melakukan hal tersebut.
* Kadang dia tidak menginkan seks, hanya sebuah waktu untuk berdua. Kadang kala pria hanya ingin semacam jaminan, kenyamanan dan keindahan dari memberi dan menerima sentuhan lembut dari dan kepada pasangannya.

Pada akhirnya, apa yang diharapkan seorang pria dan wanita dari seks tidaklah jauh berbeda, suatu keintiman dan sebuah ungkapan cinta. Jika seorang istri mengerti apa yang diinginkan seorang suami dari hubungan intim dan jika seorang suami dapat menerapkan pola keintiman emosional di ranjang dalam hal-hal yang nonseksual bersama istrinya, maka kebutuhan dan keinginan keduanya dapat terpenuhi dengan baik dan menciptakan sebuah pernikahan yang sehat.

Sumber : The Sexual Man, Dr. Archibald D. Hart, Metanoia Publishing